Halaman


Senin, 19 November 2012

Glosarium VIII

1. Adat : aturan yang lazim diturut sejak dulu, turun temurun

2. Akomodasi : persediaan tempat untuk makan dan menginap bila orang bepergian

3. Alun-alun : halaman luas di muka istana, arena, medan

4. Amko : mobil kecil untuk taksi

5. Andong : lenjuang, kereta sewaan

6. Bajau : orang laut, terutama tinggal di pantai Kalimantan Timur

7. Badui : bangsa pengembara di tanah jazirah Arabia: golonga penduduk di Banten Selatan

8. Bagasi : barang-barang muatan kereta api, tempat menaruh muatan

9. Bagor : Barang tenun dari rumbia

10. Bahtera : perahu, kapal

Kamis, 15 November 2012

Tulisan berjenis "OPINI"



Indonesia demam Korean pop



Kpop atau Korean pop sedang digemari oleh remaja Indonesia saat ini. Semua hal tentang korea mulai dari dramanya hingga tempat-tempat terkenal di Korea telah menjadi impian banyak remaja Indonesia. Hal ini memang disayangkan karena seharusnya remaja Indonesia lebih memilih untuk mengagumi apa yang ada di Negaranya sendiri karena mereka adalah penerus bangsa. 

Banyak artis Korea yang sekarang ini berdatangan untuk konser di Indonesia, ini dikarenakan antusias masyarakat Indonesia terhadap mereka sangat positif.  Memang dengan kehadiran mereka bangsa Indonesia semakin dikenal oleh dunia luas tetapi ini juga berdampak negative bagi Negara Indonesia karena banyak juga artis-artis Indonesia yang lebih baik dan bagus dari artis korea tertutupi oleh kehadiran mereka, bahkan sampai tidak mau kalahnya perindustrian Indonesia mereka membuat gebrakan yang sama seperti di korea seperti terbentuknya para boyband dan girlband Indonesia. Ini memang bagus karena perindustrian Indonesia tidak mau kalah dengan korea tetapi alangkah baiknya jika Negara Indonesia tidak mengikuti sama persis dengan Korea lebih baik perindustrian Indonesia membuat gebrakan yang baru agar Negara lain berpindah dari demam Kpop menjadi Ipop atau Indonesian pop.

OPINI Berita

Kamis, 15/11/2012 15:19 WIB

Pilkada Jabar

Gerindra: Rieke Jangan 'Menjual' Gaya Jokowi di Jabar

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Rieke-Teten dengan Kemeja Jokowi/Tya
Jakarta - Partai Gerindra melihat pasangan cagub Jabar yang diusung PDIP, Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki menjual gaya kampanye Joko Widodo (Jokowi) di Pilgub DKI. Gaya khas kampanye Jokowi memang sukses di DKI Jakarta, apakah akan berhasil di Jawa Barat (Jabar) ?

"Gaya khas Jokowi itu kan menyatu dengan orangnya. Pak Jokowi dengan pembawaan santai dan merakyat memang sukses di Pilgub DKI Jakarta. Rieke juga harusnya menjadi dirinya sendiri dan membuktikan bahwa dia bisa diterima masyarakat Jawa Barat," kata Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Martin Hutabarat, kepada detikcom, Kamis (15/11/2012).

Martin memahami kenapa Rieke begitu ingin menanamkan bahwa dirinya Jokowi banget. Termasuk dengan mengenakan kemeja kota-kotak khas Jokowi di kampanye Pilgub Jabar.

"Kemeja kotak-kotak itu dikenakan Jokowi dan diterima masyarakat Jakarta karena memang karakter Jokowi yang pandai mendekatkan diri dengan masyarakat. Kalau Rieke mau menang, harusnya menjadi dirinya sendiri, bukan menjadi diri Jokowi," katanya.

Namun menurut Martin, upaya Rieke untuk menjual popularitas Jokowi di Jawa Barat tak akan mempermudah jalannya di Pulgub Jabar. Masyarakat Jabar, menurut Martin, lebih menerima jika Rieke menjadi dirinya sendiri, tidak memaksakan diri sama seperti Jokowi.

"Masyarakat Jakarta berbeda dengan masyarakat Jawa Barat. Jadi kalau memang dia mau menang ya harus menjadi dirinya sendiri, jangan menjadi orang lain," katanya.

Partai Gerindra memang sudah tak lagi berkoalisi dengan PDIP di Pilgub Jabar. Partai Gerindra memastikan akan mendukung pasangan Dede Yusuf dan Lex Laksamana di Pilgub Jabar.

Rieke Dyah Pitaloka dan Teten Masduki yang diusung PDIP menjadi cagub-cawagub Jawa Barat (Jabar) dianggap menjiplak gaya kampanye Joko Widodo (Jokowi) yang sukses di Pilgub DKI. Rieke sendiri tak mempermasalahkan tudingan tersebut. "Kalau saya dianggap kloning Jokowi, terima kasih," kata Rieke saat berbincang dengan detikcom.

Gaya kampanya Rieke-Teten di Pilgub Jabar memang sangat mirip dengan kampanye Jokowi. Rieke-Teten juga meggunakan kemeja kotak-kotak yang sukses mengantar Jokowi ke kursi DKI 1. Banyak pihak memandang Rieke sedang menumpang popularitas Jokowi.

Rupanya Rieke memang melihat Jokowi sebagai model kepemimpinan nasional yang layak ditiru. Rieke juga sengaja memakai kemeja kotak-kotak khas Jokowi sebagai simbol dari perubahan.

"Satu ideologi, satu partai, dan punya komitmen yang saya terhadap rakyat. Jokowi adalah role model saya. Bagaimana seharusnya pemimpin yang mencintai rakyat dengan keserdehanaan, ketulusan, kerja keras, dan kejujuran. Pakaian kotak-kotak sebagai simbol perubahan," tegasnya.

(van/gah)

 Sumber : http://news.detik.com/read/2012/11/15/151956/2092403/10/gerindra-rieke-jangan-menjual-gaya-jokowi-di-jabar?n991103605


OPINI :

* Menurut saya berita ini memang benar bahwa Rieke hanya mendompleng gaya Jokowi untuk memenangkan pilkada Jawa Barat tetapi belum tentu gaya yang digunakan oleh Rieke akan mendapatkan simpatik masyarakar sama halnya dengan Jokowi. Jokowi menggunakan baju kotak-kotak sesuai dengan kepribadiannya yang bersahaja dengan masyarakat, seharusnya Rieke pun menggunakan gaya sendiri sesuai dengan kepribadiannya sendiri agar menarik simpatik masyarakat.

Walaupun Rieke menggunakan gaya yang sama dengan Jokowi menurut saya belum tentu juga nasibnya sama dengan Jokowi yang menang dalam pemilihan walikota Jawa Barat.




Pariwisata


Glosarium Pariwisata III

1. Air Terjun : Aliran air melewati jeram hingga air jatuh bebas ke dasar sungai (lereng, lembah)

2. Danau     : Genangan air yang amat luas yang dikelilingi daratan; telaga; tasik


3. Kapal Pesiar   : Kapal untuk berpesiar ( bertamasya); kapal untuk berpariwisata

4. Kereta Api          : Kendaraan yang terdiri atas rangkaian gerbong ditarik oleh lokomotif berjalan diatas rel


5. Losmen   : Rumah penginapan yang menyewakan kamar tanpa menyiapkan makan

6. Monumen     : Bangunan dsb yang dibuat untuk memperingati orang atau peristiwa penting (biasanya berupa tugu, patung, dsb)


7. Motel           : Penginapan yang dilengkapi dengan tempat parker kendaraan yang biasanya didekat rumah.

8. Museum  : Tempat penyimapanan benda-benda purbakala, sejarah, dsb; tempat menyimpan barang kuno

9. Stasiun     : Tempat menunggu bagi calon penumpang kereta api dsb; tempat pemberhentian kereta api.

1o. Tenda      : 1. Kemah 2. Kain mota untuk kemah (dikapal, perahu, dsb) 3. Langit-langit (pada tempat tidur, kereta, becak, dsb) 4. Kap mobil


Nama : 
1. Eka Ratna
2. Sindi Hutami
3. Siti Rachma

Rabu, 14 November 2012

Pariwisata


Glosarium Pariwisata II

1.      Batik               : 1. Corak atau gambar (pada kain) yang pembuatannya secara khusus dengan menerakan malam kemuadian pengolahannya diproses dengan cara tertentu. 2. Kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menerakan malam pada kain itu kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu.

2.      Bungalo        : Rumah peristirahatan di luar kota atau di daerah pegunungan, biasanya tidak dibangun secara permanen


3.      Budaya         : 1. Pikiran ; akal budi : hasil 2. Kebudayaan : Menyelidiki bahasa dan… 3. Yang mengenai kebudayaanya yang sudah berkembang (beradab, maju)

4.      Candi                        : Bangunan kuno yang dibuat dari batu (sebagai tempat pemujaan, penyimpanan abu jenazah raja-raja pendeta hindu atau budha zaman dahulu)


5.      Penumpang: Orang yang menumpang atau orang yang naik (kereta, kapal, dsb)

6.      Tiket                : Karcis kapal, pesawat terbang, dsb


7.      Tumpeng      : Nasi yang dihidangkan dalam bentuk seperti kerucut (untuk selamatan dsb)

8.      Turis                : Pelancong ; Wisatawan


9.      Turisme          : Perihal perpelancongan ; kepariwisataan

10. Voucer          : Kupon atau kartu diskon untuk berbelanja