Halaman


Kamis, 21 Maret 2013

SOLO


Surakarta Hadiningrat Palace
In july 2011, my family and I went to a Surakarta Hadiningrat palace or more popular is Solo palace. It is a good place for everyone to visit it because in here we can know about the culture in Solo city. Many object full of history so make me know about what happened in the past. In this place also contain of mystery so we must more polite to honor a guard in Surakarta Hadiningrat palace.

This is the little story about Solo palace. It was founded by His Majesty Sultan Pakubuwono II (Sunan PB II) in 1744 as a replacement for the Palace / Palace Kartasura were ravaged by Geger Chinatown 1743. Last palace of Mataram kingdom was established in the village of Sala (Solo), a small port on the west bank of Bengawan (river) Concrete / Sala. After the official palace of the kingdom of Mataram was built, the village name was changed to Surakarta Sultanate. The palace is also a silent witness to the transfer of sovereignty by Sunan PB Mataram Kingdom II to the VOC in 1749. After Giyanti Agreement in 1755, the palace was later used as the official palace of the Surakarta. This palace complex of buildings still serve as shelter and household sunan palace royal tradition that still runs to this day. This palace is now also one of the attractions in the city of Solo. Most of the palace complex is a museum that holds various collections of Kasunanan, including a variety of gifts from the kings of Europe, replica heritage palace, and gamelan. In terms of the building, this palace is one example of a traditional Javanese palace architecture at its best.

That is the little history about Solo palace from Wikipedia. So, we must maintain our culture because it all is expensive and one can change about the history.

BANDUNG, GH Universal

GH Universal


My family and I went to Bandung in 2011. Bandung isn’t be the most interesting that I ever visited because, I often came to Bandung but in 2011 I went to Bandung and stayed in a hotel and that hotel was be the most interesting that I ever visited. The name of hotel is Grand Hotel Universal. Grand Hotel Universal had a beautiful built, good view, the best servant, and many more that make me falling in love with that place. That hotel made me feel like a princess but it just my dream because that place very unique and elegance like in Italia.

Grand Hotel Universal is located in northern Bandung city. The hotel is designed particularly for the travelers who place the great value for luxury and comfort. The architecture makes this hotel unique and stands out among other hotels in Bandung. It is Italian Renaissance in style, each line, and curves is the signature of  this hotel building. Every detail on its façade is beautifully and carefully crafted by hands. It has six domes on the rooftop and one of them in sacred place so called of the angels, it is where the wedding vows exchanged and prayer lifted up. The chapel has a breath taking 360 degreed mountains and city view.

This hotel is a hotel of fifth star and be my favorite place I ever visited because this hotel very unique makes everyone amazed after look the hotel architecture. The color of hotel is dull gray for reinforce the classic feel and characteristic, Grand Hotel Universal also has high artistic value so for the people who like with art this place very right for them. I think beautiful place in Grand Hotel Universal is Chapel of the angel and secret garden. Chapel of the angel is one of the romantic place in that and also from this is we can see Bandung city view. The secret garden also be my favorite place because this garden very beautiful and make me feel like in fairy tale so I feel in Italia. I have a problem with that hotel is the price because the cost to stay one night is expensive for me so I can’t visit that hotel every weekend or every month. It’s make me so sad but I have dream to do my wedding reception in that hotel because that hotel very romantic and have art value.

Name   : Sindi Hutami
NPM     : 16610554
CLASS : 3SA05

Senin, 03 Desember 2012

Kepariwisataan


Keadaan Pariwisata di Indonesia

Pada saat ini keadaan pariwisata di Indonesia sudah semakin baik. Mulai dari promosi yang dilakukan oleh para marketing pengelola tempat wisata sampai para masyarakat yang mempromosikan tempat wisata disekitar mereka maupun para masyarakat yang pernah mengunjungi tempat wisata tersebut. Dari promosi sepert ini dapat menarik perhatian masyarakat yang belum mengetahui tempat-tempat wisata yang belum pernah mereka kunjungi. Promosi seperti ini selain dapat menarik masyarakat lokal tentu dapat menarik perhatian para wisatawan luar negeri sehingga menimbulkan perasaan ingin berkunjung ketempat wisata yang bagus yang ada di Indonesia sendiri. Dalam setahun para turis dari wisatawan luar semakin bertambah ini membuat pemasukan devisa Negara Indonesia bertambah. Tempat wisata yang paling banyak dikunjungi para turis adalah Bali karena memang benar bali mempunyai keindahan yang luar biasa mulai dari pantainya hingga berbagai macam hidangan khas bali. Hal seperti itulah yang memang banyak dicari oleh para turis karena jarang sekali mereka mendapatkan pemandangan seperti yang ada di Bali. Selain di Bali masih banyak sekali tempat-tempat yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi oleh para turis. Pulau komodo merupakan salah satu tempat yang dijadikan tempat tujuan oleh para turis karena tempatnya yang bagus dan adanya hewan komodo yang menjadi tujuh keajaiban dunia. Danau toba juga merupakan tempat yang indah untuk dikunjungi selain dapat merasakan keindahan alam yang terhampar di sekitar danau toba, para turis juga dapat merasakan keajaiban yang dilakukan oleh bumi dalam pembentukan danau toba. Sebenarnya masih banyak lagi tempat wisata yang belum terjamah dan masih belum dikenal oleh para wisatawan lokal dan wisatawan luar. Dari sebab itu kita warga Negara Indonesia harus semakn mengenal akan tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia agar kita dapat memperkenalkan tempat wisata baru yang ada di Indonesia. Jika kita banyak memperkenalkan tempat-tempat wisata yang baru maka akan banyak turis luar pula yang akan mengunjungi tempat wisata yang ada di Indonesia.

Untuk menunjang kegiatan mempromosikan tempat pariwisata perlu adanya perawatan yang dilakukan agar tempat wisata yang dikunjungi selalu tampak keindahan yang alami. Sangat tidak menyenangkan jika kita mengunjungi tempat wisata tetapi banyak sampah dan terlitah sangat kotor. Itu semua dapat membuat daya tarik orang yang melihatnya sangat menyesal telah berkunjung ke tempat tersebut. Maka agar hal itu tidak terjadi kita harus selalu menjaga kebersihan dimana tempat wisata yang kita kunjungi. Sebenarnya tidak hanya kebersihannya saja yang dapat menunjang para wisatawan untuk datang ketempat tersebut, tetapi perawatannya juga. Untuk contoh perawatannya seperti bangunan-bangunan tua itu semua harus dilakukan dengan perawatan ekstra agar tetap terjaga. Sangat bahaya jika bangunan-banguna tua yang menjadi tempat wisata tidak dirawat karena akan menimbulkan resiko keselamatan para pengunjung. Apabila hal ini terjadi akan ada permasalahan yang akan didapatkan oleh pengelola tempat wisata tersebut. Perawatan terhadap tempat wisata memang sangat dibutuhkan selain untuk menarik daya tarik para wisatawan dan dapat memberikan keselamatan kepada para wisatawan. Perawatan yang dilakukan saat ini memang banyak yang masih tidak memuaskan seperti adanya sampah di tempat wisata yang kita kunjungi serta banyak bangunan yang sudah tidak layak untuk dijadikan tempat wisata karena dapat membahayakan keselamatan para pengunjung. Hal yang ditakutkan dari  tidak adanya perawatan bangunan yang dilakukan dapat menimbulkan terjadinya keruntuhan bangunan pada saat dikunjungi para wisatawan sehingga ini menimbulkan keselamatan para pengunjung dipertaruhkan. Dari sebab itu kita yang harus sadar diri untuk menjaga dan merawat tempat-tempat wisata yang ada di Indonesia agar tidak adanya hal yang tidak diinginkan oleh kita.

Semua yang diharapkan oleh kita tentu saja haru ada campur tangan oleh pemerintah agar semuanya dapat berjalan dengan baik. Pemerintah harus ambil andil dalam hal-hal untuk mempromosikan tempat wisata di Indonesia. Pemerintah juga harus ikut campur dalam kucuran dana untuk perawatan tempat-tempat wisata yang mulai tidak layak untuk dikunjungi. Walaupun banyak tempat wisata yang mengadakan biaya masuk ketempat wisata tetapi itu semua tidak seimbang dengan pengeluaran yang dikeluarkan untuk biaya perawatan tempat wisata tersebut. Pemerintah harus mempunyai kesadaran dalam pengeluaran anggaran dana perawatan tempat wisata agar dapat dilakukan dengan sepenuhnya. Apabila pemerintah mengeluarkan dana keperawatan hanya setengah-setengah maka ini hanya menghambat perbaikan pada bangunan-bangunan yang sudah mengalami kerusakan parah. Selain pemerintah ikut campur dalam perawatan tempat wisata, pemerintah juga seharusnya mengadakan promosi besar-besaran terhadap pariwisata yang ada di Indonesia. Iklan merupakan hal yang paling banyak dilakukan dalam mempromosikan tempat wisata yang ada di Indonesia. Banyak Negara yang menjadikan iklan ditelivisi adalah cara yang sangat bagus untuk mempromosikan wisata yang ada di Indonesia, seharusnya hal itu juga dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Iklan ditelivisi yang ditayangkan diluar negeri oleh pemerintah Indonesia sudah pernah dilakukan tetapi hal ini tidak maksimal karena iklan itu hanya ditayangkan satu kali dan pada jam yang yang bukan waktunya keluarga berada di depan telivisi. Sebaiknya Indonesia membuat gebrakan acara yang mengundang beberapa ahli pariwisata dari beberapa Negara sehingga hal ini dapat secara langsung dikenalkan oleh para petinggi pariwisata yang ada diluar Indonesia. Hal ini dilakukan agar para petinggi pariwisata diluar Indonesia dapat memberikan info pariwisata yang ada di Indonesia. Peran pemerintah Indonesia sangat membantu kepariwisataan yang ada di Indonesia maka pemerintah Indonesia harus selalu ikut tangan dalam kepariwisataan yang ada di Indonesia.

Senin, 19 November 2012

Glosarium VII


1.
  1.   Renang           : menggerakkan badan melintas (mengapung, menyelam) di air dng menggunakan kaki, tangan, sirip, ekor, dsb.

2.     Rencana            : 1 cerita; 2 rancangan; buram (rangka sesuatu yg akan dikerjakan).

3.     Rental            : persewaan.

4.     Seni                    : 1 keahlian membuat karya yg bermutu (dilihat dr segi kehalusannya, keindahannya, dsb); 2 karya yg diciptakan dng keahlian yg luar biasa, spt tari, lukisan, ukiran.

5.      Singgah             : berhenti sebentar di suatu tempat ketika dl perjalanan; mampir.

6.     Tamasya          : perjalanan untuk menikmati pemandangan, keindahan alam, dsb.

7.      Transportasi      : 1 pengangkutan barang oleh berbagai jenis kendaraan sesuai dng kemajuan teknologi; 2 perihal (seluk- beluk) transpor; 3 pemindahan bahan lepas hasil pelapukan dan erosi oleh air, angin, dan es

8.     Tur                       : perjalanan untuk bertamasya dsb,

9.     Vila                      : rumah mungil di luar kota atau di pegunungan; rumah peristirahatan (digunakan hanya pd waktu liburan).

10.   Widyawisata     : perjalanan ke luar (daerah, kampus, dsb) dalam rangka kunjungan studi (biasanya berombongan); kunjungan dalam rangka menambah ilmu pengetahuan.

Glosarium VI

1.      Kunjung, Berkunjung : 1 pergi (datang) untuk menengok (menjumpai dsb).

2.     Mancanegara              : negara asing; luar negeri.

3.     Pantai                           : tepi laut; pesisir; 2 n perbatasan daratan dng laut atau massa air lainnya dan bagian yg dapat pengaruh dr air tsb; 3 n daerah pasang surut di pantai antara pasang tertinggi dan surut terendah.

4.     Pariwisata                   : yang berhubungan dengan perjalanan untuk rekreasi; pelancongan; turisme.

5.      Paspor                         : surat keterangan yg dikeluarkan oleh pemerintah untuk seorang warga negara yang akan mengadakan perjalanan ke luar negeri.

6.     Pelesir, Berpelesir      : 1 bersenang-senang; mencari kesenangan (kesukaan dsb).

7.      Perahu                        : kendaraan air (biasanya tidak bergeladak) yg lancip pd kedua ujungnya dan lebar di tengahnya.

8.     Peta                            : gambar atau lukisan pd kertas dsb yg menunjukkan letak tanah, laut, sungai, gunung, dsb; representasi melalui gambar dr suatu daerah yg menyatakan sifat, spt batas daerah, sifat permukaan; denah.

9.     Pramuwisata             : petugas pariwisata yg berkewajiban memberi petunjuk dan informasi yg diperlukan wisatawan; pemandu wisata.

10.   Ransel                        : tas besar, biasanya terbuat dr kain terpal, yg disandang atau digendong di punggung.

 Disusun Oleh :
Eka Ratnasari
Sindi Hutami Sugiharti
Siti Rachma Mutia